Saturday, February 18, 2012

the 3 circles

najaro seorang penglihat.
bukan hanya sembarang penglihat, dia juga mampu mengintepretasikan penglihatannya itu, yang biasanya hanya berupa bayang bayang mimpi.
najaro tak pernah suka dengan mimpinya. hingga saat ini.
hingga suatu saat dia tak lagi mendapat mimpi yang penuh dengan darah dan duka
tapi mimpi yang penuh dengan makna, yang tak pernah di acuhkan.

dalam mimpinya najaro melihat 3 lingkaran besar mengelilinginya.
entah kenapa najaro menyebutnya lingkaran, toh, benda itu tak seperti lingkaran pada umumnya.
naj, bahkan mencoba mendeskripsikan warnanya. dia tidak pernah melihat warna dengan gradasi yang begitu indah sebelumnya.

Tiga lingkaran.

Yang paling dekat dengannya paling membuatnya nyaman. disentuhnya dengan hati- hati, dan lingkaran itu kini membentuk selubung, mengelilingi dirinya. 
hangat, bukan sembarang hangat,namun jugaperasaan nyaman yang entah bagaimana tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
selubung itu kemudian kembali ketempatnya. berada tepat disamping naj.
warnanya putih, bersih.
berbentuk paling kecil, dan paling menyerupai lingkar tubuh naj. namun dapat juga seketika berubah sangat besar, menaungi dua lingkaran lainnya, yang oleh naj, juga sudah disentuh.
naj, entah bagaimana merasa paling dekat dengan lingkaran putih ini, kemilaunya mampu mengembalikan naj, dari kilau warna yang diciptakan oleh dua lingkaran yang lain.
naj tau, lingkaran ini , lingkaran paling sakral, yang entah bagaimanapun sikapnya menghadapi lingkaran tersebut, bagaimanapun jatuh bangunnya naj, dan betapapun jauhnya naj pergi meninggalkannya, lingkaran itu akan kembali dan tetap mengikuti.

lingkaran ke dua jauh lebih besar, dengan kemilau warna warna pelangi yang bergradasi, terdapat beberapa noktah, namun tertutupi oleh indahnya warna warni tadi.
naj paham, tidak ada yang sempurna, bahkan ketika dia menyentuh lingkaran itu, terasa olehnya perasaan nyaman, hanya saja tidak senyaman ketika selubung lingkaran pertama membungkusnya erat.
terkadang naj merasa bahagia, namun bahagia yang dihadapi naj, bukanlah bahagia yang selamanya hadir ketika selubung pertama mengelilingi tubuhnya, ada setitik kebahagiaan semu yang dihadapi naj. dan naj berpikir itu mungkin disebabkan oleh noktah yang terdapat pada lingkaran, sebelum akhirnya disentuh naj.
naj tahu, entah bagaimana, lingkaran dan selubung ke dua ini  tidak akan mungkin bertahan selama selubung pertama mengelilingi dirinya, selubung ini juga tidaklah bersifat tetap, sebelumnya selubung ini sempat membesar, kemudian mengecil, seperti detak jantung naj yang tak teratur.
naj tau, entah bagaimana, selubung ini mungkin saja dapat terpecah, bahkan hanya dengan sentuhan paling lembut sekalipun.
ketika ditengoknya lagi, selubung ke dua ini mampu melindungi selubung ke tiga, namun tak pernah mampu bisa menjadi sebesar selubung pertama. dan hanya naj, yang kemudian tau apa artinya.

lingkaran ketiga, terletak paling jauh dari naj, dia harus menggapai sedikit sebelum menyentuhnya. ketika lingkaran pertama sudah menempatkan diri di sebelahnya, dan lingkaran kedua malah mendekat padanya, lingkaran ketiga, dengan keangkuhan mencoba untuk tetap pada tempatnya, hingga naj harus menggapainya sendiri.
ada usaha untuk menyentuh lingkaran ketiga, lingkaran dengan warna paling mempesona naj, ketika pertama kali.
perpaduan warna pastel yang indah dan memabukan muncul dari lingkaran tersebut, dan ketika akhirnya naj mampu menyentuhnya, dan mengubahnya menjadi sebuah selubung, naj merasakan ada sensasi aneh yang menyelimutinya.
sensasi memabukan, yang sejenak mampu membuatnya melupakan selubung pertama dan kedua. namun perasaan itu begitu rapuh, naj tau, ada kalanya perasaan itu akan segera rusak, bahkan tanpa perlu disentuh sedikitpun olehnya.
naj, entah bagaimana selalu tau, selubung ke3 ini tidak bisa sebesar selubung pertama, dan tidak bisa juga memenuhi besarnya selubung kedua, naj juga tau, selubung ketiga ini hanya bisa besar sebesar keinginannya. namun dia pun mengerti, bahwa dia tidak pernah ingin selubung ini sebesar yang lain.
selubung ketiga merupakan objek yang sangat menarik, bagaikan matahari dalam tatasurya, dia mampu menempatkan diri dalam pusat perhatian naj terhadap tiga benda absurd ini.
hanya saja, naj tau pasti, dia mampu merubahnya, seangkuh apapun sikap selubung ketiga ini sebelum akhirnya naj mampu menaklukannya, dan selubung itu, bagaimanapun juga, pasti akan mengikuti keinginan dan kehendak naj. hanya saja, semua butuh waktu yang tepat.

naj terbangun dalam mimpinya, dan entah bagaimana, dia mencapai suatu pemahaman, mendasar tentang suatu hal yang selama ini dipertanyakan olehnya sendiri, tiga lingkaran yang hadir dalam mipinya memunculkan pengertian, yang bahkan naj sendiri tidak mampu membendungnya. trkaget akan pemahaman ini. najaro terbangun dan kembali mencuci mukanya.
kebiasaannya yang selalu dilakukan setiap paginya.

Tuesday, February 7, 2012

the worst surprise

call him naj.
najaro, a boy who tried to survive, and an hopeless romantic lover.

malam itu dia membawa sebuah kotak.
kembali dari perjalanan yang melelahkan, menuju rumahnya.
kamar mandi. tempat pertama yang ditunggu naj, begitu masuk kerumah.
dihadapan kaca, naj mulai melaksanakan satu kegiatan yang akhir akhir ini sering dia pikirkan.
tapi tidak pernah tega untuk dilakukan. refleksi diri sendiri.
kotak itu biarlah, ditinggalkannya di meja kerjanya.
"belum waktunya" katanya.
dia tidak tau, semakin lama kotak itu tertutup, semakin banyak yang akan terjadi, tersakiti. hatinya, hati orang orang disekitarnya.

najaro bukan orang sempurna seperti yang terlihat.
well dressed, rapih, ganteng dan selalu dikejar kejar, hingga suatu ketika, hal tersebut berbalik
seperti sebuah cerita sinetron.
najaro terpikat oleh sesuatu yang selama ini belum pernah dirasakan.
dia lupa, masih ada kotak yang belum terbuka dirumahnya.

terhanyut dengan permainannya selama ini, naj berada diatas angin.
namun tidak untuk kali ini. naj bukanlah siapa siapa dibandingkan lawannya saat ini.
dia terhanyut dalam gelombang lawannya, tanpa persiapan, dan tau, ini tidak akan berjalan benar sepenuhnya.

kotak itu masih tergeletak di meja, tempat naj terakhir kali meletakkannya, 
masih menyimpan sejuta misteri tentang apa yang naj telah lakukan.
dan naj, masih menghindarinya.
"belum waktunya" sekali lagi pada dirinya sendiri.

hingga akhirnya masa itu datang, ketika kotak itu ternyata  terbuka tidak sengaja.
dan isinya berhamburan tanpa naj tau lebih jauh apa saja yang telah keluar.
disitulah penyesalan.
naj tau, harusnya hal ini dilakukan dari awal.
walau terlambat naj berusaha mengumpulkan keberaniannya.
merasa ditelanjangi dengan setiap apa yang ditemukan dikotaknya, yang sudah sedikit terbuka, akhirnya dia berpikir.
"sudah terlanjur, kalau sudah basah harus sekalian, i'll take it as my own risk" katanya kemudian pada diri sendiri.

Naj pernah membuka kotak itu, hanya dilihat isinya, sendiri, dan merasa malu akan apa yang ada didalamnya.
namun dia diam saja, hal itu hanya menjadi konsumsi pribadinya, dan jiwanya yang pernah menjadi sangat haus.
kini naj membuka kembali kotak itu, bukan sendirian, tapi bersama lawannya, yang lebih kuat dari naj.
dan apa yang bisa dilakukan naj, hanya terdiam, karenat tau, apapun yang keluar dari mulutnya hanyalah defense mechanismnya saja, tanpa kejujuran, bukan seperti apa yang diharapkan.
maka kemudian naj membuka kembali kotak itu, mengeluarkan satu persatu, dan menemukan bahwa, kelegaan kemudian mengalir kedalam dirinya.
naj terlalu lama menyimpamn semua nya sendiri, dalam kotak, yang bahkna tidak ingin dia usik keberadaannya.
dia bahkan tidak sadar bahwa dirinya sendiri ingin kotak ini dibersihkan.
lawan naj hanya terdiam, terlihat mundur sejenak.
dan naj tahu, gerakan mundur itu, walau dia tidak pernah menyukainya.
naj juga tahu, posisi lawannya tidak akan pernah lagi bisa sejajar dengannya.
naj tahu, lebih tepatnya dimana posisinya saat ini, di mata lawannya, and vice versa.