Tuesday, February 23, 2010

simply, i missed my dad :(

sudah ada 6 bulan, Bapak, enggak ada disisi kami
ya, sejak postingan terakhir saya, tentang sakitnya bapak, dan feeling so guilty nya saya.
saya athu, sebagai anak tertua dari keluarga, saya haruslah tumbuh menjadi anak yang kuat, dan dapat diandalkan.
saya berusaha melakukan itu semua, walau saya tau , tidak akan sesempurna yang diharapkan.
terkadang saya gagal...
gagal menjadi seorang yang bisa diandalkan.
gagal untuk menjadi lebih kuat, saya menangis...
ya, kehilangan seorang yang dicintai memang sangat berat, terutama mengetahui bahwa orang itu bahkan tidak akan kembali lagi.
ini nggak seenteng kehilangan pacar, ini kehilangan seorang panutan hidup, yang selama ini saya sayangi, dan saya kagumi.
mengingat bapak, yang sudah tidak akan kembali secara entity, kembali membuat saya murung, dan merenung.
ya, saya rindu bapak.
kayaknya baru kemaren, bapak berkata saya harus sekolah di Wonosobo, maksudnya untuk berkumpul minimal selama 3 tahun, karena toh kuliah di Surabaya juga.
dan masih jelas terngiang wajah bapak, yang bahagia menerima kedatangan saya di rumah.
saya bahkan masih ingat, wajah bapak yang antusias sekali ketika membantu saya membereskan kamar baru, yang awalnya merupakan ruang kerja beliau, sebegitu antusiasnya, sampai, ketika saya membutuhkan sebuah lampu meja, beliau berkata : "bikin aja yok ndi, lebih kerasa hasilnya, dan pasti lebih bagus!" beliau meyakinkan saya.

bapak, pada akhirnya nggak pernah menyuruh saya, karena saya terlalu sibuk dengan urusan organisasi lah, apalah kegiatan-kegiatan awal sekolah dulu.
yang saya tau, saya hanya mendapati satu buah lampu meja, buatan bapak, yang gagang lampunya bisa ditarik dan di bentuk sesuai kebutuhan, buatan bapak, sudah ada di meja.
yang perlu saya lakukan hanya memasang bola lampunya saja.

itu semua, dilakukan bapak, untuk membuat saya merasa comfy, dilingkungan baru saya.
masih teringat juga, ketika bapak selalu membangunkan saya di kala adzan subuh berkumandang, dengan mengetuk pintu saya, dan mulai keras, ketika saya tidak mengacuhkan beliau.
bapak saya bahkan rela menghabiskan 5 menit didepan kamar saya untuk membangunkan saya saja.
masih juga teringat, ketika buka puasa bersama, ada ibu, bapak, dan ke3 adik saya, yang melahap makanan favorit kami, yang sengaja dibuatkan oleh ibu.
masih ingat,ketika kami tiba-tiba memberi kejutan kecil ulangtahun kepada bapak, dan bapak sudah akan menelpon delivery order untuk memesan beberapa makanan, namun ternyata delivery ordernya tutup.
masih juga teringat, kalau saya yang sebesar ini, terkadang masih suka minta disuapin sama bapak,kalau kebetulan bapak lagi makan dan saya baru pulang sekolah.
juga ketika saya selalu pulang dari sekolah, ketika saya selalu disambut dengan hangatnya ucapan salam, dan kata-kata manis, menanyakan kabar saya hari ini.

ya, bapak sangat sayang dengan anak-anaknya.
mungkin ketika adik-adik saya yang ditanya, jawabannya akan berbeda, tapi pasti mereka tau, bapak sayang mereka.
saya tahu, kalau bukan lagi waktunya larut dalam kesedihan yang luar biasa, yang bisa merubah mood saya jadi kacau. toh ibu saya juga sudah berusaha menjadi sosok yang lebih tegar sekarang.
toh adik-adik saya juga sudah berusaha mengerti sekarang.
tapi, ya, saya memang rindu bapak.
saya rindu omelannya ketika saya menunda waktu sholat saya.
saya rindu sindirannya ketika saya terlihat hanya bermalas-malasan saja.
dan saya rindu, ketika bapak, rela menggambarkan sesuatu di buku gambar saya  hanya untuk memenuhi tugas kesenian di SMA, toh pada akhirnya ketika ditanya oleh gurunya, saya nggak bisa bohong, dan berkata, kalau gambar itu memang bapak yang buat, bukan saya --"a

ya, saya sedang rindu bapak...
semoga bapak disana tenang, karena kami disini selalu berdoa.
dan kasih sayang mu, nggak akan hilang, contoh baik yang kau beri, akan kami kenang.


PS: bapak, sekarang kita lagi benerin pager yang disamping rumah loh, kan dari dulu nggak sempet ya! :)
oh iya, tanemannya juga udah ditambah, tamnanya di bangun lagi biar bagus pak.
tinggal rumah kecil nya bapak aja yang belum sempet, tunggu ya pak, maaf, kita baru sempet bikin tanda aja :')

best regards, saya yang sedang sedih

7 comments:

Anonymous said...

i love u too

Indiana Jivat Rosidi said...

*agak parno jawabnya* :D

Anas said...

Sebelumnya massf, Anas lancang nanya, Bapaknya sudah gak ada ya mas? Semoga bapaknya mas jivat mendapat tempat yang terindah di sisi-Nya. Amin.. sunguh bapak yang cinta abak-anaknya..

berthy heartly said...

indiiii....
so sad read ur blog...
be strong bro.. u can do this!!

Indiana Jivat Rosidi said...

@ anas : iya, sudah 6 bulan ini...
amiin, insyaalah di terima disisi NYA
terimakasih doanya :)

@bey : thankyou bey :)

ridu said...

ooh baru 6 bulan yg lalu yaa.. baru juga yaa..

ikutan sedih baca postingan ini.. semoga papa kamu di sana beristirahat dengan tenang yaa :)

Indiana Jivat Rosidi said...

aduuh maaf loh yaaa! kalo jadi pada sedih liat post yg ini :(, nggk maksud, cuman pngn curat aja kalo saya lagi kangen bapak saya :')