Monday, January 10, 2011

20th

So, this is what happened.
Am grown up being 20 now
As I wrote on my social network: “being 20 is not just grown up, but also maturity of its person”
Yang saya sadari sebenarnya tentang umur 20 tahun adalah, merupakan  parameter kedewasaan manusia.
Maksud saya, ketika anda brumur 20 tahun anda akan dianggap sepenuhnya sebagai seorang dewasa yang mampu berpikir dengan dewasa dan bijak.
Walaupun dalam prakteknya, keadaan ini hampir absurd.
Ketika memasuki bulan Januari lalu, seseorang teman mengirim pesan kepada saya, tentang peningkatan umur yang akan saya rasakan- dan sekaligus, mengingatkan betapa tuanya saya.
“eh jivat, udah mau 20 tahun ya? Udah kepala dua, makin gede dong nih”.
Pertanyaan singkat, tapi menohok, saya sudah 20 tahun berada di dunia, dan dalam 10 tahun terakhir ini, apa yang sudah saya perbuat?
Apa yang sudah saya hasilkan?
Apa yang sudah saya berikan?
Apa yang orang lain rasakan terhadap saya.
Dan semua pertanyaan itu tiba-tiba menjadi momok yang (cukup) mengerikan bagi saya.
Sewaktu saya bertanya kepada seorang teman dekat tentang umur 20, saya kembali berpikir tentang perspektif hidup saya selama ini, kembali menganalisis, sudah pantas belum, 10 tahun kebelakang hidup saya?
J: “is it bad being 20?”
A: “not that worse, all you need to do just behave and see, what people think about you” (kira-kira gitulah, saya agak lupa :p)
J: “behave? That will be sucks being 20!

Salah satu sahabat yang saya tanyai tentang umur 20 juga memberikan sedikit nasihat ,
J: “eh, aku besok 20 taun loh, dan aku gak siap, it seems like, I want to stop the time, and keep it like this, me, in 19 years old”.
H: “apadeh vat!, kamu itu cuman syndrome mau 20 aja kali, ntar juga kalau sudah 20 tahun nggak kerasa juga, ya gitu-gitu aja”.
J: “nggak gitu gitu juga kali, saya cuman berpikir, ketika saya berumur 20 tahun, harusnya masyarakat melihat saya dalam perspektif yang berbeda dong, saya sudah dewasa, saya—sebagai seorang yang paling tua di keluarga, pasti di harapkan bisa menjadi pengganti sosok Bapak yang sudah almarhum kan?, juga masalah yang kurang urgent dulunya, bisa tiba-tiba jadi hal yang sensitive, seperti menikah, punya anak, pekerjaan yang saya punya, achievement yang saya raih, pengalaman ini itu, bla bla bla.”
H: “ yah, aku tau vat, hal hal yang kayak gitu yang selalu dipermasalahkan ketika kita sudah semakin besar dan umur sudah semakin berkepala banyak, but just try to enjoy your 20, and feel the new temptation being adult in commonly”.

Jadi semuanya cuman sindrom kepala 2
Tapi menurut saya lebih dari sindrom menjadi kepala 2.
Ini merupakan tahapan baru dalam kehidupan, berubah atau tetap menjadi seperti yang dulu.
People changing, if they try to change

Off from that syndrome topics.

I have some good news, and bad news, and some can’t be described as good nor bad :p
In 8 januari 2011 I celebrate my birthday..
Satu masalahnya, ketika saya menghitung-hitung, di akun facebook saya ada sekitar 100 orang yang mengucapkan selamat kepada saya
Dan most of them, meminta traktiran sebagai perayaan ulang tahun.
kalau satu porsi makanan adalah sekitar 10.000 rupiah, maka 100 x Rp 10.000 = Rp 1.000.000
WHAT A SPEND!
Bayangkan kalau saya harus menambah biaya untuk satu porsi makanan jadi Rp 30.000 saja
WOW
Saya bisa beli satu Blackberry baru.
Jadi teman-teman, saya memutuskan tidak akan mentraktir anda sebelum anda memberi saya surprise party yang berhadiah Blackberry #eh.
Yang kedua, Minggu depan saya akan mulai reportase, itu berarti jenjang pekerjaan saya di JTV—salah satu tv lokal di Surabaya, akan meningkat.
Karena setelah melakukan reportase, maka saya bisa mulai untuk bersiar di studio dan menyapa anda pemirsa dari layar kaca *gaya penyiar*
:D
Ketiga, saya di calonkan sebagai ketua Radio kampus saya, saya belum tahu apa hasil akhirnya, tapi beritanya pasti akan saya update, dan sungguh , saya masih belum tau ini termasuk berita baik atau buruk, karena kalau ini merupakan berita baik, kok saya sendiri juga merasa kurang mampu, kalau ini berita buruk kok ya rasanya nggak bisa buruk-buruk banget. I mean there’s can’t be worse if you just being a passive leader in your local university radio right?
Mention one problem!
*some people shout*
“PERLUASAN SIARAN!”
Err… okay, that’s problem, a very- merry- berry- herry- halley- berry- hard- problem, since I work with the most undefined rule.
Keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Eh, UAS di fakultas saya mulai tanggal 10 januari, dan saya juga di haruskan—according to chintya story, untuk membuat KTI demi menambah nilai mata kuliah Kepemimpinan.

Bahan dari mata kuliah kepemimpinan sendiri bisa di download di sini.
Atau disini

And since I wrote and update this blog, I just wasted my precious study time that used to make a paper for surplus point in my lecture project
OH MY GAWD
But, sure its always being a guilty pleasure, just like watch SM*SH video thousand times, sing C-I-N-T-A by d’bagindas million time.
And they always winning the war ( the guilty pleasure I meant ) : ))
So guys, enjoy your sparetime/precious- busy- time, or even your guilty pleasure times, ‘cause I’ll enjoy mine
My need- to- study- so- hard- time I meant (==”)

No comments: