Tuesday, February 7, 2012

the worst surprise

call him naj.
najaro, a boy who tried to survive, and an hopeless romantic lover.

malam itu dia membawa sebuah kotak.
kembali dari perjalanan yang melelahkan, menuju rumahnya.
kamar mandi. tempat pertama yang ditunggu naj, begitu masuk kerumah.
dihadapan kaca, naj mulai melaksanakan satu kegiatan yang akhir akhir ini sering dia pikirkan.
tapi tidak pernah tega untuk dilakukan. refleksi diri sendiri.
kotak itu biarlah, ditinggalkannya di meja kerjanya.
"belum waktunya" katanya.
dia tidak tau, semakin lama kotak itu tertutup, semakin banyak yang akan terjadi, tersakiti. hatinya, hati orang orang disekitarnya.

najaro bukan orang sempurna seperti yang terlihat.
well dressed, rapih, ganteng dan selalu dikejar kejar, hingga suatu ketika, hal tersebut berbalik
seperti sebuah cerita sinetron.
najaro terpikat oleh sesuatu yang selama ini belum pernah dirasakan.
dia lupa, masih ada kotak yang belum terbuka dirumahnya.

terhanyut dengan permainannya selama ini, naj berada diatas angin.
namun tidak untuk kali ini. naj bukanlah siapa siapa dibandingkan lawannya saat ini.
dia terhanyut dalam gelombang lawannya, tanpa persiapan, dan tau, ini tidak akan berjalan benar sepenuhnya.

kotak itu masih tergeletak di meja, tempat naj terakhir kali meletakkannya, 
masih menyimpan sejuta misteri tentang apa yang naj telah lakukan.
dan naj, masih menghindarinya.
"belum waktunya" sekali lagi pada dirinya sendiri.

hingga akhirnya masa itu datang, ketika kotak itu ternyata  terbuka tidak sengaja.
dan isinya berhamburan tanpa naj tau lebih jauh apa saja yang telah keluar.
disitulah penyesalan.
naj tau, harusnya hal ini dilakukan dari awal.
walau terlambat naj berusaha mengumpulkan keberaniannya.
merasa ditelanjangi dengan setiap apa yang ditemukan dikotaknya, yang sudah sedikit terbuka, akhirnya dia berpikir.
"sudah terlanjur, kalau sudah basah harus sekalian, i'll take it as my own risk" katanya kemudian pada diri sendiri.

Naj pernah membuka kotak itu, hanya dilihat isinya, sendiri, dan merasa malu akan apa yang ada didalamnya.
namun dia diam saja, hal itu hanya menjadi konsumsi pribadinya, dan jiwanya yang pernah menjadi sangat haus.
kini naj membuka kembali kotak itu, bukan sendirian, tapi bersama lawannya, yang lebih kuat dari naj.
dan apa yang bisa dilakukan naj, hanya terdiam, karenat tau, apapun yang keluar dari mulutnya hanyalah defense mechanismnya saja, tanpa kejujuran, bukan seperti apa yang diharapkan.
maka kemudian naj membuka kembali kotak itu, mengeluarkan satu persatu, dan menemukan bahwa, kelegaan kemudian mengalir kedalam dirinya.
naj terlalu lama menyimpamn semua nya sendiri, dalam kotak, yang bahkna tidak ingin dia usik keberadaannya.
dia bahkan tidak sadar bahwa dirinya sendiri ingin kotak ini dibersihkan.
lawan naj hanya terdiam, terlihat mundur sejenak.
dan naj tahu, gerakan mundur itu, walau dia tidak pernah menyukainya.
naj juga tahu, posisi lawannya tidak akan pernah lagi bisa sejajar dengannya.
naj tahu, lebih tepatnya dimana posisinya saat ini, di mata lawannya, and vice versa.



3 comments:

sahru said...

tak komenin ya.. biar kliatan rame blognya... :p

Indiana Jivat Rosidi said...

Wooh! Tebar konfetti!

Arga Sawung Kusuma said...

Kyak kotak pandora tp isinya bs menyikap jati diri. #dhuuaarr