Sunday, June 3, 2012

and the story goes

Najaro.
malam itu akhirnya datang, sesuatu yang sudah ingin dilupakan, tapi tetap saja bayangannya membekas di hati dan sanubari, bicarakan bagian paling belakang dalam dua tempat itu, tersembunyi dalam suatu sel, menunggu waktunya untuk kemudian terlepas dan menguasai emosi.
najaro tetap merasakan ketakutan itu semakin mendekat, bahkan dengan kesantaiannya menikmati hidup, terkadang terbersit pula keadaan itu. dia yang kuat dari luar, dan yang tangguh dihadapan semua, harus tunduk malam ini pada suatu perasaan luar biasa yang tak mampu dihindari.
air mata yang sudah begitu lama tersimpan dan tak pernah keluar, tampak mengaliri pipinya,bukan setetes dua tetes, airmata ini yang tak pernah begitu saja keluar sudah mengalir tanpa henti dari satu jam yang lalu.
bingung dan kalut yang dirasa tidak mampu terjawab oleh hanya air mata yang terus mengalir, emosi yang tersimpan begitu lama terus saja terbalaskan oleh deras alirannya.Naj, akhirnya mengusap air matanya.
sesenggukan dia berkata pada dirinya sendiri "it's over naj, it's over" .
dan dia kembali menatap dunia dengan senyumnya. dan memahami bahwa bahkan orang terkuat pun harus kalah dalam memori terberatnya.

Mario.
tidur dengan tenang merupakan barang mahal baru baginya. sudah 1 minggu sejak kepergiannya mengejar passion yang dia cari, dan hingga sekarang dia tak mampu bahkan menenangkan hati.
"jika ini merupakan keinginan, kenapa pikiran harus menahan beban?" begitu katanya suatu hari didepan cermin besar dikamarnya.
dan kali ini , di tengah malam lagi, disebelah orang yang paling dia sayangi, mario terbangun sekali lagi, tidak kembali terlelap, namun menatap kosong pada tv yang nyala, dan mengusap rambut kekasihnya yang tertidur kelelahan.

Najaro.
Semalam luar biasa, kalut dan emosi keluar menjadi satu dalam beberapa baris senggukan dan beberapa tetes air mata, tidak perlu ada yang tahu, bahkan dirinya sendiri menampik keinginan untuk mengingat tangisan itu, bukan karena ingin lupa, namun kenangan itu terlalu pedih, dan terlalu meninggalkan rasa kehilangan yang luar biasa, yang bahkan najaro sendiri tidak mampu menahannya. Najaro, yang terbiasa menjadi orang yang terkuat dalam suau kelompok, dalam suatu hubungan tidak pernah mempercayai dirinya sebegitu lemahnya dalam melawan memori masalalu. kalah, namun berusaha bangkit, pagi ini dia bersyukur masih mampu menjadi orang terkuat dalam suatu hubungan yang luar biasa ini. bagi sebagian orang terlihat melelahkan, namun baginya ini menggiurkan, Naj tidak pernah mendamba hubungan sepele antara pasangan yang sedang mabuk cinta, dia mengarahkan hubungan yang semula mungkin kearah sana, menjadi sesuatu yang bahkan lebih berharga dari permata, namun serapuh itu pula dihadapan semuanya. dan Naj tau, akan ada akibat dari semua yang dia perjuangkan.

No comments: