Saturday, January 5, 2013

bidak catur dan perjalanan panjang



Mario terdiam, di suatu tempat, jauh darinya, ada seseorang pilu memanggil.
kembali berjalan, karena hidup tidak berhenti, dan tidak punya kebaikan untuk menunggu, tetap tersenyum, karena orang tidak memiliki kesabaran untuk melihat orang menangis, tetap bahagia, karena bersedih hanya meninggalkan luka.
Mario berhenti sekali lagi, layar handphone nya terlihat berkedip tanda pesan masuk, tidak special, dan bukanlah hal penting untuk saat ini. hanya saja, di sisihati dia merasa sangat bersalah dengan kedipan layar itu.
semakin sering berkedip, semakin besar rasa bersalah yang dimilikinya, tapi toh Mario tetap berjalan, yang dia tau, hanya satu hal, bidak sudah berjalan sesuai arahnya.
bidak catur lainnya, akan bergerak menyusul, sampai pada waktunya, dimana kekalahan sisi lain akan tampak, dan tidak ada yang lain selain kehancuran, dan bukan kemenangan yang diinginkan.

memulai laju bidak tidaklah mudah, ada jeda dalam kehidupannya, berfikir keras, mana yang akan muncul terllebih dahulu dan berimbas paling luar biasa. lawannya sudah pasti hancur ketika Mario memulai meluncurkan bidak pertamanya.
hanya hancur, namun bertahan.
Mario tau, suatu saat bidaknya akan membelot, dan menjadi tambahan kekuatan bagi lawannya, untuk menggiringnya menjdai satu. bukan lagi hitam lawan putih, namun hitam dan putih yang beriringan, yin dan yang.
balance.
"satu bidak lagi, dan semoga semua tidak berantakan"
 Mario, terus berjalan, tanpa melihat belakang.

No comments: