Friday, February 6, 2015

sedapnya mie babat jembatan merah

pangsit mi babat otot jembatan merah


waktu itu sudah jam 8 malam, kebetulan saya dan si pacar sama sama kelaparan setelah beraktifitas mencari beberapa bahan jualan.
muter-muter kok lagi pengen makan sesuatu yang jarang dimakan sebelumnya ya, waktu itu kami stuck di daerah dharmahusada dan sedang berpikir keras diantara sederet penjaja makanan di sana mana sih yang belum pernah saya cobain menu andalannya.
masalahnya adalah, karena lokasi tersebut dekat dengan kampus saya, ya mau gak mau semua makanan hampir sdah pernah di eksplorasi dong ya...

sampai akhirnya mata kami berdua tertuju pada sebuah warung tenda yang cukup nge-jreng warnanya, merah, kuning dan tulisan merah terang : PANGSIT MIE BABAT JEMBATAN MERAH.

wah,kebetulan sudah beberapa minggu terakhir si pacar selalu ngodè pengen nyobain pangsit mi babat, saya aja yang nggak ngéh kalau tempat itu yang dimaksud.

foto lokasi warung menyusul ya, tapi yang pasti warungnya cukup kecil, cuma ada 2 meja panjang dan beberapa kursi saja tapi yang antri ... beuhhh...
mobil dan motor berjajar, walupun gak terlalu ramai sih ( daripada ekspektasi jatuh kan yaa) :p

jadi singkat cerita, saya pesan pangsit mi babat dan otot karena lagi pengen yang aneh aneh, dan kebiasaan pesen pangsit dengan kuah double, tanpa daun bawang.
pacar waktu itu cukup puas dengan pangsit mi ayam babat saja,kuah nya 1 mangkuk saja dan es teh 2 gelas

waktu penyajian setelah pesanan diterima adalah sekitar 10 menit, dimasak begitu  pesanan diterima, dan bau daging yang cukup pekat tercium banget dari uap memasak nya.
rupanya kuahnya benar benar kuah kaldu jerohan dan daging.

begitu sampai meja, buru buru mencium kuah yang tersaji, dan benarlah kuahnya daging banget, dengan textur  kental agak lengket karena merupakan kaldu sumsum sapi dengan sajian daun bawang (punya pacar) dan bawang goreng (punya saya)
textur mi nya bulat dan kenyal, tipikal mi favorit saya dengan minyak yang gak lebay, berwangikan aroma wijen dan juga merica.
rasanya sendiri moderat, tidak terlalu asin, bagi saya yang terbiasa makan tanpa banyak garam sih sudah cukup, tapi si pacar kepergok beberapa kali menambahkan kecap asin dan merica yang tersedia disana.

rasanya cukup menggelitik sih menemukan babat dan otot yang dimasak merah sebagai topping pangsit mi ayam mengingatkan sensasi makan mi kocok bandung yang memang berbahan kikil sebagai toppingnya,pangsitnya sendiri istimewa dengan potongan daging ayam yang royal, dipadu rasa daun bawang yang menggoda. ditambah siraman kuah dengan aroma daging yang pekat, ini merupakan makanan yang cukup menyenangkan dinikmati ketika becek setelah hujan.
cuma satu yang buat saya kurang, mungkin kalau ditambahkan jeruk nipis saat penyajian rasanya jadi lebih istimewa kali ya, seger seger kentel nampol gimana gitu

*nulis sambil ngiler*

overall point : 7/10
price : Rp 15.000 - 30.000
location : sepanjang jalan dharmahusada, sebrang smk 5 surabaya
disclaimer : hati hati dengan sensasi bibir lengket setelah menikmati mi ini, nggak semua suka dengan rasa daging yang terlalu nampol seperti ini kan?




No comments: